Fungsi Asuransi Jiwa - Menambah Bagian Anak


Salah satu alternatif mencegah konflik sengketa waris adalah dengan asuransi jiwa. Jika hibah dan wasiat hanya berada pada tataran pembagian  harta waris yang sudah ada, maka Asuransi Jiwa memberikan kemungkinan yang lebih luas,  tidak hanya  membagi  tetapi  juga  bisa menambah  jumlah  yang  akan dibagi,  menyeimbangkan  bagian yang kurang adil, mempersingkat proses pengalihan hak secara murah dan tanpa melalui proses pengadilan, dan kalaupun terjadi sengketa bisa membantu pemenuhan biaya yang muncul atas terjadinya sengketa waris.


Menurut pendapat para ahli hukum, asuransi jiwa tidak termasuk harta waris karena klaim asuransi jiwa diperoleh setelah pewaris meninggal dunia. Salah satu syarat harta dapat dikategorikan sebagai harta waris adalah harta tersebut harus sudah ada sebelum kematian si-pewaris.


Atas pembayaran klaim asuransi jiwa kepada pemegang polis/penerima manfaat juga bukan tergolong sebagai hibah atau wasiat karena atasnya tidak bisa dilakukan inbreng untuk menghitung besarnya legitieme portie dan inkorting. Asuransi jiwa termasuk di antaranya unit link bukanlah termasuk harta sehingga tidak bisa diperjualbelikan atau dibaliknamakan ke pihak lain seperti halnya investasi lainnya.

Asuransi jiwa bisa memberi, melengkapi, menambah dan menyeimbangkan bagian anak-anak yang tidak mendapat bagian harta waris atau mendapatkan tetapi dengan porsi yang lebih kecil, tanpa mengurangi bagian anak yang lain.

HUKUM WARIS ISLAM


Dalam Hukum Islam, anak perempuan mendapatkan bagian lebih yang kecil dari anak laki-laki. Tentunya banyak alasan dibalik perbedaan hak ini. Seperti tanggung jawab anak laki-laki yang lebih besar terhadap keluarganya, sehingga pantas untuk mendapatkan bagian lebih besar dibanding anak perempuan. Meskipun pada saat ini,  tanggung jawab anak perempuan (istri) pada keluarga juga sama besarnya. 


Asuransi jiwa bisa menjadi pilihan untuk menyimbangkan bagian anak perempuan dan laki-laki, tanpa harus mengurangi hak anak laki-laki sesuai ilmu farraid. Bisa juga untuk menambah bagian anak yang kekurangan secara ekonomi, memerlukan bantuan atau pertimbangan tertentu yang tidak bisa dilakukan dengan cara hibah atau wasiat.


Asuransi jiwa juga berperan untuk menyeimbangkan bagian anak kandung dan anak angkat karena adanya ketentuan wasiat wajibah tanpa mengurangi atau merugikan anak kandung dan anak sah.


Bagi anak yang berbeda agama, Hukum Islam menentukan tidak berhak atas harta waris. Apabila si ayah ingin memberikan harta warisnya tetapi tidak mau melanggar syariat, asuransi jiwa bisa menjadi alternatif baginya. Dengan cara ini, tidak ada larangan yang di langgar. Ayah tetap menjalankan kewajibannya sebagai ayah dengan baik dan tetap menjadi muslim yang taat dengan tidak melanggar larangan Allah SWT.


HUKUM WARIS PERDATA BARAT


Dalam Hukum Waris Perdata Barat, hak waris anak luar perkawinan yang di akui tidak sebesar anak kandung, hanya maksimal 1/3 bagian anak sah. Hibah dan wasiat bisa lakukan jika pewaris ingin memberikan hak tambah-an padanya, tetapi langkah ini sangatlah rawan gugatan karena bisa di minta untuk inbreng dan inkorting oleh anak sah legitimaris yang menuntut legitieme portie-nya.

Salah satu langkah bijaksana yang sebaiknya dilakukan oleh pewaris/ayah kandungnya adalah dengan memberinya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan jiwa yang cukup untuk anak tersebut melanjutkan hidup tanpa merugikan dan mengurangi hak anak kandung dan istrinya saat ini.

HUKUM WARIS ADAT

Anak-anak dalam sistem pewarisan kolektif, mayorat atau minorat tetap bisa mendapatkan bagian secara indivual dengan bantuan asuransi jiwa. Sehingga bagi anak-anak yang membutuhkan harta untuk melanjutkan hidup di kota lain tetap bisa mendapatkan bagian harta dari orang tuanya tanpa harus merusak sistem pewarisan yang ada. Harta peninggalan tetap tidak terbagi dan tetap bisa dipergunakan untuk kehidupan anggota keluarga dan kerabat.

Dalam masyarakat adat, kadangkala pewarisan tidak bisa segera dilaksanakan karena adanya penundaan pembagian waris, mi-salnya karena istri masih hidup dan masih membutuhkan harta peninggalan mendiang suami. Penundaan ini bisa memakan waktu bertahun-tahun hingga istri meninggal dunia. Celakanya apabila istri saat ini adalah istri kedua dan usianya masih muda. Belum tentu anak kandung masih cukup sabar menunggu sang ibu tiri hingga meninggal dunia.


Asuransi jiwa bisa menjadi solusi bagi anak yang membutuhkan pembagian harta waris ketika pembagian harta waris belum memungkinkan untuk di bagi. Anak mendapatkan bagian, sementara istri tetap hidup tenang di rumah mendiang suami.

Herman Josef SH

Virtual Office / Voga Digital


5 views0 comments