Fungsi Asuransi Jiwa - Meredam Konflik Keluarga


Penyebab munculnya konflik akibat sengketa harta waris dapat disebabkan oleh banyak hal. Terdapat begitu banyak kemungkinan yang bisa menjadi pemicu sengketa waris. Salah satu faktor penyebab adalah adanya kebutuhan financial yang sangat mendesak pada salah satu atau sebagian ahli waris.


Di sinilah peran asuransi jiwa dalam meredam konflik sehingga perpecahan dalam keluarga dapat di cegah dan tidak bergerak liar tak terkendali.


Dengan kebijaksanaan pewaris yang telah mempersiapkan asuransi jiwa dengan penerima manfaat adalah anak-anaknya atau ahli waris lainnya yang memiliki potensi memicu konflik, diharapkan bisa memperlunak keinginan untuk menguasai harta waris lebih dari apa yang ditentukan oleh hukum. Misalnya anak perempuan diberi manfaat uang pertanggungan jiwa yang cukup untuk menghindari kecemburuan pada anak laki-laki. 


Istri mendapatkan manfaat asuransi jiwa yang cukup untuk mengganti bagian ibu dan ayah atau saudara kandung almarhum suami sehingga rumah tinggal dan segala isinya tetap  dalam penguasaan istri. 


Anak kandung perempuan mendapatkan manfaat asuransi jiwa yang cukup sehingga bisa meredam kekecewaan dan kecemburuan karena bagian saudara tiri hasil perkawinan siri  ayahnya mendapatkan harta waris lebih banyak.


Dengan adanya dana hasil klaim asuransi jiwa yang cepat, tanpa potongan biaya atau pajak, dengan proses yang relatif sederhana dan mudah karena tanpa melalui pengadilan, akan bisa memberikan pengaruh positif bagi ahli waris.


Asuransi jiwa bisa membawa semua ahli waris untuk duduk bersama dan mengambil kesepakatan yang utuh atas pembagian harta waris dengan kepala dingin dan hati yang lapang.


MEMBAYAR BIAYA BERPERKARA, PAJAK DAN BEA BALIK NAMA


Asuransi jiwa tidak bisa menjamin tidak akan muncul sengketa waris. Dalam hal sengketa harta waris atas harta benda yang spesifik dan tidak bisa diganti dengan nilai mata uang, maka penyelesaian melalui pengadilan akan sangat mungkin harus dilakukan.


Misalnya sengketa perebutan rumah tinggal yang sama-sama  memberikan nilai affectie/kenangan bagi para ahli waris seperti antar anak, antara anak dan ibu tiri, antara istri dan orang tua almarhum. Nilai uang pertanggunan asuransi jiwa tidak akan bisa memuaskan keinginan mereka.


Dalam kasus seperti ini, asuransi jiwa dapat berperan penting untuk membayar biaya berperkara yang tidak murah, antara lain biaya pengacara yang terdiri dari biaya operasional, biaya komunikasi, akomodasi dan transportasi, biaya observasi dan investigasi, biaya untuk menghadirkan para saksi, dan biaya-biaya tak terduga lainnya termasuk  diantaranya  success  fee  jika  gugatan  dimenangkan  oleh pengadilan.


Asuransi jiwa bisa membantu ahli waris untuk tetap melanjutkan hidup tanpa dibebani biaya berperkara. Kalau pun tidak terjadi sengketa dan semua pihak menerima apa yang menjadi haknya tanpa mengajukan keberatan, asuransi jiwa bisa berperan sangat penting dalam membantu keuangan ahli waris yang tidak memiliki cukup uang cash untuk membayar bea balik nama atas harta waris maupun untuk membayar pajak jika akan menjual harta waris yang tidak akan di gunakannya.


MEMPERTAHANKAN HARTA KELUARGA


Seringkali pembagian harta waris menjadikan harta keluarga menjadi terpecah dan beralih kepemilikannya kepada pihak ketiga. Hal ini karena tidak semua ahli waris mau dan mampu menerima dan mengurus harta waris yang menjadi haknya.


Misalnya seorang pewaris yang meninggalkan sebuah rumah tinggal, sementara terdapat lebih dari satu ahli waris. Maka solusi terbaik adalah dengan menjual harta waris tersebut dan membagi hasil penjualan kepada masing-masing ahli waris sesuai bagiannya. Dengan kata lain harta peninggalan orang tuanya hilang dan beralih kepemi-likannya kepada pihak lain. Tidak hanya rumah tinggalnya saja yang hilang, tetapi kenangan yang ada di dalamnya pun akan ikut hilang.


Asuransi jiwa bisa menjadi solusi bagi mereka. Dengan membagi nilai uang pertanggungan asuransi jiwa senilai bagian masing-masing ahli waris, maka rumah tinggal tersebut tidak perlu dijual. Tetapi bisa dimanfaatkan sebagai harta keluarga bersama untuk dipakai dan tetap dipertahankan keutuhannya dalam keluarga. Kenangan indah akan tetap ada dan yang lebih utama lagi, perpecahan dalam keluarga dapat dihindarkan hanya karena masalah harta peninggalan orang tua atau suami yang sudah meninggal dunia.

15 views0 comments